Kamis, 31 Juli 2014

Ras Muhammad

Jakarta (Berdikari Online) - Reggae bukan sekedar genre musik. Lebih daripada itu, dia adalah alat perjuangan yang mengusung budaya pembebasan, kesataraan manusia dan keadilan. Gerbong ini tumbuh dari pergerakan rakyat miskin.

Setidaknya begitu kata Ras Muhammad, duta reggae Indonesia saat berbincang dengan saya, di sekretariat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini. Lho, ada ya duta reggae?

Anda tentu acapkali mendengar tentang artis yang didaulat menjadi duta narkoba seperti Slank, Sandra Dewi, Kuburan Band, Olivia Zalianty dan lain sebagainya. Tapi mungkin agak terheran-heran mendengar tentang duta reggae.

Bicara reggae tentu tak lepas dari Bob Marley. Lagu-lagunya melegenda dan dikenal orang dari zaman ke zaman. Lirik lagunya berkutat seputar kritikan terhadap penjajah, perjuangan kaum tertindas dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sama halnya dengan Bob Marley, buah karya Ras Muhamad juga demikian adanya. Coba simak lagu berjudul Burder to Bear dalam album terbarunya yang bertajuk Next Chapter berikut ini:

Makna hidup bukan sebatas mencari kemewahan/menambah kekayaan/karena harta tak menjamin kebahagian/tak menjamin hati tetap tentram/tak menjamin hidup selalu senang/tetaplah melangkah/teruslah melangkah/hentakkan kaki biar jejakmu membekas di muka bumi.

Bunuh diri kelas

Anak semata wayang dari pasangan Wening dan Rivaiini lahir di Jakarta 29 Okober 1982. Orang tua memberinya nama Muhammad Egar. Nama Ras Muhamad sendiri didapatnya di Brooklyn, sewaktu mengenyam pendidikan di negeri Paman Sam.

"Di Brooklyn, teman-teman memanggil saya Ras. Karena nama asli saya sulit dieja dalam bahasa sehari-hari di sana. Dalam bahasa Jamaika, Ras itu artinya Bung. Seperti Soekarno yang dipanggil Bung Karno di Indonesia," urainya.

Ayahnya seorang dokter akupuntur dan ibunya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Luar Negeri (Deplu). Tahun1993, sang ibu ditugaskan ke Amerika sebagai diplomat Indonesia di bidang ekonomi. Di saat bersamaan Ras baru saja menamatkan pendidikan di SD Harapan Ibu Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Selama di USA, bersama ibunya, Ras tinggal di New York. Dia melanjutkan sekolah di Russell Sage Junior High School dan lulus tahun 1996 kemudian masuk Forest Hills High School (setara SMA) lulus 1999.

Sebelum lulus, tahun 1997 masa tugas ibunya di USA berakhir dan harus pulang ke tanah air. Ras tidak ikut, dia menetap di USA dan tinggal bersama pamannya dan kemudian indekos bersama kawan-kawan.


"Study saya sempat break sebentar karena saya bekerja. Macam-macam yang saya kerjakan untuk mendapatkan uang. Semisal mengantar makanan dan lain sebagainya. Kadangkala juga performance street-ngamen bareng anak-anak Brooklyn," kenangnya.

Tahun 2001, untuk memperdalam dan mengasah bakat seni dalam dirinya, Ras kuliah di jurusan Liberal Arts, Borough of Manhattan Commlonity College, setara D3.

Karena rutinitasnya berkesenian dan nongkrong di Broklyn, kuliah yang semestinya tamat 3 tahun, diselesaikan dalam waktu empat tahun. Tahun 2005 dia lulus dan langsung pulang ke Indonesia.

Sebagai orang yang secara ekonomi terbilang berpunya, Ras melakukan bunuh diri kelas. Dalam kemapanan, hatinya tergetar melihat ketidakadilan. Pengagum Bung Karno ini miris melihat kesenjangan sosial ketika langgengnya sistem di mana ada manusia menindas manusia lainnya.

"Reggae itu cinta damai. Love peace! Tapibagaimana bisa damai kalau tidak ada keadilan."

Dalam perbincangan kami, Ras seringkali mengutip kata-kata Sang Proklamator. Begitu ditanya sejak kapan mempelajari Soekarnoisme, dia memberi jawaban yang cukup mencenangkan, "Semakin saya mengenal reggae semakin saya mengenal Bung Karno," tandasnya.

Ras menjelaskan, Ideologi Rastafari dan ajaran Bung Karno tak ada perbedaan. Sama-sama menyatakan; kita bukan bangsa budak,bukan bangsa kuli. Rastafari selalu menyerukan perlawanan terhadap kaum babilon. Babilon sebutan untuk kaum kapitalisme dan imprealisme.

Seraya menghisap rokok dan mengepulkan asap kelangit, Ras menyenandungkan salah satu lirik Bob Marley yang dalam bahasa Indonesia artinya; jika kau adalah pohon yang besar kami adalah kapak-kapak kecil dan kami siap menumbangkanmu. "Konteks lagu ini sama persis dengan gagasan Bung Karno yang memprakarsai Konfrensi Asia Afrika."

Tidak sekadar berteori, anak muda berambut gimbal ini turun ke jalan melebur bersama kaum pergerakan kerakyatan melawan penindasan dan ketidakadilan.

Baru-baru ini dia menggelar konser amal bersama Rizal Abdul Hadi, seniman Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) di SMA 4 Pematang Siantar, Sumatera Utara tanpa dibayar. Sekolah itu diruislag untuk dibangun hotel. Para murid melawan meski bangku serta meja belajarnya disita pemerintah. Dana dari konser itu untuk membeli bangku, meja dan perkakas sekolah lainnya.

Tidak sampai di situ, bersama Happy Salma, SujiwoTejo dan budayawan pro rakyat lainnya, Ras juga kerap tampil di panggung seni anti korupsi yang dihelat di jalaman gedung KPK setiap malam minggu.

Tiga album

Ras mengenal Reggae di Amerika, tepatnya di Broklyn. Mulanya dia tergoda dengan Dancehall, nafas tradisional reggae yangmenyampaikan pesan-pesan spiritual Rastafari yang dimainkan kawan-kawan asaldari Karibia dan Jamaika. "Pesan-pesan spiritual Rastafari itu mirip sekalidengan nilai-nilai yang diusung Bung Karno."

Dijelaskan Ras, musik reggae itu awalnya dancehall, kemudian berkembang menjadi ska lalu roots seperti dendangan Bob Marley. Tidak sekadar musiknya, Ras juga mendalami sejarah, perkembangan dan ideologi reggae. Di Tahun 1999 rambutnya digimbal hingga hari ini.
Tak ayal jika dia berkata semakin mengenal reggae semakin mengenal Bung Karno. Pasalnya, selain banyak persamaan dengan pemikiran Bung Karno, Haile Selassie, selaku tokoh pemimpin Rastafari secara kebetulan lahir tanggal 17 Agustus. Tanggalnya mirip dengan hari kemerdekaan Indonesia.

Hingga hari ini Ras, telah melahirkan 3 album. Album pertamanya, Declaration of Truths (10 lagu) yang digubah tahun 2005 sewaktu masih di Broklyn. Album indie ini beredar di New York. Album kedua Reggae Ambassador (15 lagu) yang dirilis Januari 2007 di Indonesia juga secara Indie. Album ketiga Next Chapter yang baru saja dirilis.

Sejak menelorkan album Reggae Ambasador yang dalam bahasa Indonesia artinya duta reggae, sejak itupula gelar duta reggae melekat di dirinya.

Terkait ini dia berkomentar, "Reggae bukan sesuatu yang dianggap oleh pemerintah dan tidak ada yang mungkin melantik duta reggae kayak duta narkoba, misalnya. Siapapun yang suka music reggae, paham dengan pergerakan reggae yang anti penindasan adalah juga duta reggae."

*) Tulisan sejenis perah dimuat di Bisnis Indonesia edisi Sabtu, 28 November 2009.

**) Pemerhati seni dan bekerja sebagai jurnalis.

Reggae Genres

  1. Early reggae (or skinhead reggae) umumnya dianggap periode sebelum gerakan Rastafari memasuki arus utama musik Jamaika 1968-1970. Hal ini dapat dibedakan dari rocksteady dengan sedikit lebih cepat mengalahkan ditandai oleh drummer menggunakan hi-hat, garis organ berat, lebih rendah pencampuran bass, dan elektronik dua kali lipat ritme pukulan gitar. Bertemu sukses besar di Inggris, terutama dengan subkultur skinhead. Seniman besar termasuk John Holt, Toots &Maytals, The Perintis dan Symarip.
  2. Nyabhingi adalah sub genre roots terkait dengan pengelompokan Rastafarian dengan nama yang sama. Ini ditandai dengan tangan-drum berasal dari upacara keagamaan. Seniman terkenal adalah Count Ossie atau Ras Michael &  the Sons of Negus.
  3. Dub adalah genre instrumen yang dibangun di sekitar aplikasi peralatan elektronik ada di lagu yang direkam . Bunyinya (dibangun di sekitar track instrumentalindividu mengubah volume, muncul, menghilang, semua sementara berbagai efek dan filter yang diterapkan kepada mereka) telah terbukti sangat berpengaruh pada musik tari modern. Seniman besar termasuk King Tubby, Lee "Scratch"Perry and Scientist
  4. Deejaying atau Dancehall adalah pendahulu Jamaika ke hip hop, berdasarkan Deejays (emceesJamaika) toasting (talking) di atas trek instrumental atau riddims. DJ terkenal dari sebelum era dancehall termasuk U-Roy, Big Youth dan King Stitt
  5. Roots reggae mungkin adalah bentuk paling terkenal dari reggae saat ini, dengan pesan Rastafarian nya. Produksi reggae awal dikembangkan lebih lanjut dengan elektronik dan pengaruh dari musik Barat kontemporer. Meskipun sebagian besar digantikan dalam imajinasi populer dengan Dancehall pada tahun 1979, gaya bahkan berlanjut hari ini sebagai genre underground minoritas. Bob Marley adalah eksponen internasional paling terkenal dari gaya Roots Reggae, tapi Peter Tosh,Horace Andy, Black Uhuru dan The Abyssinia juga terkenal.
  6. Dubpoetry adalah genre yang terdiri dari kata yang diucapkan selama dub / musik reggae. Perbedaan utama dengan toasters adalah bahwa pelaku vokal disertai dengan sebuah band memainkan lagu sendiri, bukan menyanyi selama Riddim yang sudah ada. Dua tokoh dub poetry yang paling terkenal adalah Linton Kwesi Johnson  dan Mutabaruka
  7. Rockers style diciptakan selama pertengahan 1970-an oleh Sly & Robbie, yang pada saat itu bagian irama The Revolusioner. Rockers digambarkan sebagai gaya militan, mekanik, dan agresif bermain musik reggae.
  8. Singjay adalah nama yang diberikan untuk toasting DJ yang menambahkan beberapa melodi dalam garis mereka jika diucapkan. Eek-a-Mouse adalah eksponen paling terkenal,dan kemudian menjadi bagian dari repertoar Dancehall
  9. Sensi-beat adalah nama untuk irama yang berasal sebagai bagian dari hit Barrington Levy "Under me sensi" dan "Here ICome". Gaya Jamaika pertama yang menekankan ketukan pertama di bar,menyebar dari Inggris, di mana Levy telah mengembangkan suara, dan menjadi pengaruh lain atas dancehall.
  10. Digital Dancehall adalah gaya reggae yang terdengar seperti Skinhead awal, tapi dimainkan di synthesizer. Sangat populer selama sekitar 6bulan di tengah tahun 1980-an. "Under me Sleng Teng" adalah lagupertama dari genre, yang melahirkan puluhan peniru. Kemudian berkembang menjadi Ragga.
  11. Dancehall (juga disebut sebagai Rub-a-Dub), mulai tahun 1979, ditandai dengan stripped-down, produksi luas, basslines terkemuka dan masuknya pengaruh dubgaya, sering digabungkan dengan 'kelambanan' lirik. Genre melahirkan generasi baru dari Jamaika, termasuk Barrington Levy, Yellowman, Eek-a-Mouse dan BunnyWailer.
  12. Lovers rock  (juga dikenal sebagai rock InggrisLover) menjadi populer di akhir 1970-an sampai pertengahan 1980-an. Hal ini ditandai dengan jenis gaya halus musik diresapi dengan reggae beat lembut. Ini genre reggae mulai di Inggris tapi menyebar dengan cepat, mencapai popularitasdi Jamaika juga. Janet Kay, Audrey Hall dan Maxi Priest adalah beberapa contoh Lover's Rock genre.
  13. Ragga, atau raggamuffin, adalah musik dancehall elektronik. Berasal dari Digital Dancehall pada tahun 1985, genre awalnya diproduksi pada keyboard sederhana namun synthesizer akhirnya lainnya telah ditambahkan. SuperCat, Shabba Ranks dan Charlie Chaplin adalah beberapa seniman terkenal dari tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan.
  14. Fusi Reggae, atau reggae fusion, adalah campuran dari reggae dan / atau dancehall dengan elemen berpengaruh berbeda genre lain apakah itu hip-hop reggae, R & B reggae, jazz reggae, rock 'n roll reggae, Indiareggae, Latin reggae, drum dan bass reggae, punk reggae, reggae polka, etc.Itu diakui sebagai sub-genre atau fusi genre reggae dan musik dancehall. Hal ini juga digunakan untuk menggambarkan seniman yang sering beralih antara dancehall dan genre reggae dan genre lain, terutama rap dan r & b. Ini pertama kali menjadi populer di akhir 1990-an dan berasal dari Jamaika, Amerika Utara danEropa.
  15. Rumble merupakan campuran dari roots reggae, garage, soul dan ska pertama kali diciptakan dan dipopulerkan oleh Mandeville the house band dan band reggae populer Me & You.
  16. Roots & Culture or Roots/Reality & Culture  istilah modern untuk Roots Reggae. Ini genre reggae menggunakan banyak teknik yang sama yang moderen dancehall reggaemenggunakan sejauh instrumentatation dan presentasi. Namun genre ini fitur lebih bernyanyi dari dancehall dan lebih sadar sosial atau tema Rastafari-oriented. Musisi terkenal dari genre ini termasuk Capleton, Sizzla, Morgan Heritage,Tony Rebel, Lucky Dube, Alaine, Jah Cure dan Freddie McGregor.
  17. Steppa adalah bentuk kontemporer, digital dan up tempo musik dub. Berasal dari akhir1990-an di Inggris, seniman terkemuka adalah Vibronics, Steppas Iration dan TheBush Chemists.

Kisah Kehidupan Cinta Bob Marley

Bob Marley  telah menjadi icon Genre musik reggae, Sampai hari ini, hampir dua dekade setelah kematiannya akibat kanker, lagu-lagu masih populer yg banyak yang banyak bercerita tentang penindasan, konflik rasial dan resistensi. Seperti bintang rock, musisi terkenal atau selebriti lainnya, Bob selalu dikelilingi wanita kemanapun ia pergi.












Pernikahan Bob Dengan Rita


Alpharita Constantia Anderson lahir di Kuba oleh pasanganLeroy Anderson dan Cynthia "Bada" Jarrett. Pada usia tiga bulan, Rita(begitu panggilannya) berimigrasi ke Jamaika. Setelah orang tuanya pindah keEropa, ia dibesarkan oleh bibinya di Greenwich Park Road di Palung Town, Kingston(Boot). Disinilah Rita pertama kali bertemu Bob, Peter Tosh dan Bunny Wailerdan seorang teman Rita memperkenalkannya kepada mereka. Rita adalah seorangpenyanyi selain menjadi perawat, dia juga anggota band bernama Soulettes. Bobdan Rita semakin dekat ketika Bob Marley ditugaskan untuk manajemen kelompok Soulettes di samping membantu mereka menemukanmateri baru. Bunny menunjukkan kalau Bob jatuh cinta dengan Rita. Segerasetelah itu, Bob mulai mengirim surat cinta kepadanya.
Pasa tahun 1965, ibu Bob Marley, Cedella Booker meminta agarBob mengunjunginya di Delaware, Amerika Serikat dimana dia sekarang tinggal.Rita dan Bob setuju bahwa Bob harus pergi tapi Bob bersikeras menikah sebelumia meninggalkan Rita. Rita tidak ingin menikah saat ini karena beberapa alasanyaitu ibu Bob tidak mengenalnya, orang tua Rita tidak ada di sana untukpersetujuan.

Tapi tak satu pun alasan dari Rita dapat mencegah Bob untukmencapai tujuannya yaitu menikahi Rita. Bob meminta izin kepada bibi Rita untukmenikahi Rita, Bob mengaku ia mencintai Rita dan bersedia untuk menjadi ayahdari anak Rita.
Pada 10 Februari 1966, setelah berpacaran selama hampirsetahun, Bob dan Rita menikah di rumah seorang teman keluarga Anderson. Bobberumur 21 thn dan istrinya Rita 19 thn. Setelah menkah, dalam beberapa hari,Bob berangkat ke Delaware USA.
Sayangnya seiring dengan waktu dan Bob semakin terkenal, iamulai menelantarkan Rita istrinya. Pelecehan emosional dan fisik menjadi bagiandari kehidupan mereka. Karena pernikahan mereka didasarkan pada Rastafarianism,itu tidak dipandang sebagai abnormal yang Rita harus mengambil kursi belakangdalam hidup suaminya. Namun, itu tidak berarti Rita tidak terluka oleh tindakansuaminya. Tentang perselingkuhan Bob, Rita menyatakan "Saya seorang wanitanormal dan hal bisa terjadi yang menekan Anda" (Whitney). Dia tidak dapat melakukanapa pun untuk mencegah Bob memiliki hubungan intim di luar pernikahan mereka. Ritamelakukan yang terbaik untuk tetap netral dan melindungi anak-anak mereka. Diamenerima anak suaminya dengan perempuan lain seperti dirinya sendiri. Setelahkematian Bob, Rita bekerja sama di musik dengan semua anak-anak Bob Marley dan tetapberhubungan baik dengan Cindy Breakespeare (Selingkuh Bob Marley).

Rita merawat suaminya selama penyakitnya, dengan bantuandari perempuan lain dalam hidupnya, dan tinggal di sana hingga saatkematiannya. Rita menyatakan "Bob adalah raja dan sebagai ratunya Sayaharus meneruskan".
Rita dan Bob Anak
Bersama-sama, Rita dan Bob memiliki lima anak: Sharon,Cedella Marley, Ziggy Marley, Stephen Marley dan Stephanie Marley.
Sharon, tertua, hasil hubungan Rita dengan seorang pria yangtidak disebutkan namanya ketika Rita berumur 17 thn dan belum bertemu Bob. Padausia 25, Sharoon sudah menikah dan pergi dengan nama Sharon Marley Prendergast.Pada tahun 1983 dan '84, Sharon mengambil cuti dari studi kuliahnya dalamadministrasi bisnis untuk membantu adik-adiknya merekam dua album debutnya dibawah nama The Melody Makers. Pada tahun 1989, dia membuat upaya beraktingdengan setengah-adiknya Cedella dalam film The Mighty Quinn, dibintangi DenzelWashington dan Robert Townshend.
Cedella Marley, adalah anak pertama hasil perkawinan Ritadengan Bob, lahir di Kingston pada bulan Agustus 1967. The Wailers merayakankelahirannya dengan merilis single "Nice Time", yang kemudian menjadipanggilan akrabnya. Dia juga membantu saudara-saudaranya membentuk MelodyMakers. Bakatnya sebagai penulis lagu, penyanyi dan penari dalam band telahdikembangkan selama bertahun-tahun. Cedella harus menyeimbangkan tuntutan banddengan pekerjaannya sebagai CEO Tuff Gong International, label rekaman ayahnya yangdikembangkan pada awal 1970-an, dan dengan perannya sebagai seorang ibu.Cedella mengatakan, "Musik tidak pernah menjadi subjek dalam rumah kami.Kau tahu, itu seperti makanan di atas meja, itu hanya ada di sana. Ayah saya menginginkansaya menjadi seorang dokter atau pengacara, dan Ziggy menjadi sesuatu yang laindan Sharon menjadi sesuatu lain, tapi kami memutuskan kami ingin bermain musikuntuk sementara ".
David Marley atau lebih dikenal dgn nama Ziggy, lahir pada17 Oktober 1968 di Trenchtown pada saat gerakan pro-Afrika dimulai. Pada masakecilnya ia selalu mendengarkan musik-musik Stevie Wonder. Kemiripan fisik Bobmenakutkan: keduanya memiliki dagu tajam, tulang pipi tinggi dan mata gelapruncing. Beberapa highlights dari hidupnya termasuk menonton ayahnya tampil diZimbabwe dan menerima Orde of Merit untuk ayahnya, salah satu penghargaantertinggi di Jamaika. Dikenal banyak orang sebagai pendiri Kelompok MelodyMakers, Ziggy menegaskan bahwa nama itu hanya Melody Makers dan bahwa setiapanggota membawa fitur unik untuk band. Selama dua dekade terakhir, Ziggy telahbernyanyi, menulis dan memproduksi musik. Ia juga terus sibuk dengan amal dan melakukanpelayanan masyarakat di Jamaika, Ethiopia dan negara-negara lain.
Stephen Marley lahir 20 April 1972 di Wilmington, Delawareketika Rita tinggal dengan ibu Bob. Stephen adalah anggota keempat dari MelodyMakers, bekerja sebagai penyanyi, penyiar, penulis dan produser untuk grup. Diabaru berusia enam tahun ketika kelompok Melody Makers merilis lagu pertamamereka. "Kami telah membuat musik bersama sejak lahir. Lagu pertama kamidiproduksi oleh ayah kami, yang disebut “Children Playing in the Streets”. Iajuga mengembangkan label rekaman Ghetto Youths United . Pada akhir 1990-an, iaterus sibuk remixing hit ayahnya dengan musisi lain seperti Erykah Badu, HilangBoyz dan Lauryn hill. Salah satu karyanya "No Woman, No Cry" denganFugees yg pada tahun 1997 meraih Grammy Awards di New York City.

Stephanie Marley anak Bob dengan Rita. Sumber bervariasitetapi Timothy White menulis bahwa Cedella Booker (ibu Bob) menuduh bahwa gadisitu bukanlah keturunan biologis anaknya. Sebaliknya, ia menegaskan, Stephanieayah tidak sah oleh seorang pria bernama Ital. Apapun kebenarannya, Stephanie tetapdiakui sebagai anak Bob dan memang menerima sejumlah uang dari hartawarisannya.

Cindy Breakespeare

Wanita paling sering dihubungkan dengan Bob, selain Ritaatau Cedella ibunya, adalah Cindy Breakespeare. Seorang petugas di SheratonKingston dan penari di Dizzi Disco, Cindy pertama kali bertemu Bob saatkeduanya menjadi penyewa di rumah Chris Blackwell di 56 Hope Road selama awal1970-an, ketika Cindy masih remaja. Hal ini dikabarkan bahwa lagu "Waitingin Vain" diciptakan Bob pada saat ia menunggu Cindy menerima cintanya.
Datang dari kelas atas, latar belakang berpendidikan tinggi,Cindy pada awalnya enggan untuk berkencan dengan Rasta tetapi hubungan yangmengajarinya "banyak tentang bagaimana menjadi seorang wanita" .Awalnya, dia tidak tahu bahwa Bob sudah menikah. Itu benar-benar Cedella Bookeryang pertama kali menceritakan Rita, tapi kemudian Cindy sedang hamil dengananak Bob. Pada 19 November 1976, Cindy mengikuti kontes Miss Bikini Jamaica, MissUniverse dan Miss Bikini Dunia, dan semua promosinya dibiayai oleh Bob. Taklama setelah, Bob ditembak. Tahun berikutnya, Bob "menghabiskan banyakwaktunya di pengasingan dari Jamaika dengan Cindy" (Steffens).
Cindy mendapat rasa hormat dari Bob lebih daripada wanitalain. Dia membelikannya sebuah rumah di daerah Kebun Cherry dari Kingston sertamemberikan modal usahanya $ 100,000 awal untuk toko Craft Ital nya. Hubunganmereka berlanjut sampai kematiannya, meskipun dalam tahun-tahun terakhirhubungan mereka menjadi lebih dari persahabatan. Kemudian Cindy menikah dengangitaris jazz dan pilot maskapai Rupert Bent dan tinggal di bukit bagian StonyJamaika. Dia terus sibuk dengan toko kerajinan Ital dan dengan karirnya sebagaipenyanyi. Cindy menganggap Bob hari ini sebagai "pahlawan sejati"(Steffens).
Satu anak lahir dari hubungan Cindy dan Bob: Damian Marleyyang Lahir pada tanggal 21 Juli 1976 di Jamaika. Seperti saudara-saudaranya, iajuga seorang musisi. Pada umur 13 tahun, ia membentuk band bernama TheShepherds.

Janet Dunn (Hunt)

Seorang penari di sebuah klub, Janet bertemu Bob Marleysekitar tahun 1970-an. Literatur tentang asal-usulnya atau pertemuan pertamanyadengan Raja Reggae hampir tidak ada. Pada kenyataannya, bahkan ada perbedaanatas namanya. Dalam Catch a Fire Timothy White, anak Janet Hunt dengan BobMarley adalah Rohan Marley, sedangkan dalam daftar keluarga Wailer ibu RohanMarley ditulis sebagai Janet Dunn. Apapun yang mungkin terjadi, sedikit yangdiketahui dari urusan Bob dengan wanita ini.
Rohan Marley Lahir pada bulan Mei 1972 hasil hubungannyadengan Janet, ia kemudian dibawa oleh Bob untuk tinggal bersama Rita pada usiaempat tahun karena ibunya tidak benar merawat dia. Dari usia itu, Rohan tinggaldengan Marleys. Dia masuk sekolah yang sama sebagai Ziggy dan Stephen tapitidak seperti mereka, Rohan sedikit nakal dan akhirnya ia dikirim untuk tinggalbersama Cedella Booker (ibu Bob Marley) di Miami. Rohan menikah dengan penyanyiLauryn Hill.

Pat Williams

Pada tahun 1970, Bob mulai menjalin hubungan dengan seorangwanita dari Trenchtown bernama Pat, dan lagi sumber bertentangan karena iadisebut sebagai "Pat" di Songs of Freedom tetapi disebut sebagai"Lucille Williams" dalam Catch a Fire. Hubungan Bob Marley dengan Patmenghasilkan seorang anak yang lahir pada tahun 1972 yang diberi nama Robbie. AkhirnyaRobbie juga jatuh di bawah perawatan Rita. Robbie kuliah di University Collegeof Hindia Barat dan bekerja di grafis komputer.

Janet Bowen

Sedikit yang juga dikenal dari Janet selain banyak sumberyang digunakan untuk kertas ini bahkan tidak mencantumkan nama terakhir, hanyamengacu pada perempuan sebagai "Janet di Inggris". Dia melahirkanseorang putri hasil hubungannya dengan Bob yang diberi nama Karen yang lahirpada tahun 1973 di Inggris. Karen tinggal di Jamaika dengan nenek buyut nya diHarbor View, St Andrew di mana dia bersekolah. Akhirnya dia menjadi pengunjungtetap dari klan Marley meskipun ia awalnya takut Bob. Ketika Bob jatuh sakit,ia meminta Rita untuk merawat Karen dan mendaftarkan dirinya di sekolah yangsama sebagai putri Stephanie.

Lucy Pounder

Seorang warga Barbados, anak Lucy dengan Bob Marley adalah JulianMarley yang lahir pada tanggal 4 Juni 1975. Julian merekam lagu pertamanya saatia berusia lima tahun dan membuktikan dirinya sebagai bassis, drummist, dankibor. Dia merilis album pertamanya “Uprising” pada tahun 1989. Setelah pindahke Jamaika pada tahun 1992, ia merilis album Lion in the Morning, yangdiproduksi sebagian oleh Stephen dan dibantu oleh Rohan, Kymani dan MelodyMakers. Julian telah melakukan tur di Jepang, Brasil, dan Meksiko. Pada tahun1996, ia juga tampil sebagai bagian dari "Marley Magic" tur diAmerika Utara.

Anita Belnavis

Pada tahun 1977 Anita juara tenis meja Karibia melahirkananak Ky-mani Marley. Sedikit yang diketahui tentang wanita ini. Ky-manimenghabiskan musim panas dengan ayahnya dan pindah ke Jamaika pada tahun 1992.

Yvette Crichton

Yvette adalah wanita terakhir dengan siapa Bob secara resmidiakui sebagai ayah seorang anak. Dari hubungan mereka lahir Makeda JahnestaMarley pada tahun 1981. Pada tahun 1992, Makeda adalah seorang reguler di rumahRita dan kemudian menjadi penerima manfaat dari real Marley.
Ada banyak wanita lain yang tidak diketahui dengan siapa Bobberselingkuh tetapi identitas mereka mungkin tidak akan pernah diketahui.Secara hukum Bob Marley memiliki sebelas anak yang di akui tetapi beberapakerabat memperkirakan bahwa anak Bob Marley sebanyak dua puluh dua.

Pendapat Bob Tentang Perkawinan

"Saya tidak pernah percaya pada Pernikahan yang banyak.Pernikahan adalah perangkap untuk mengontrol saya. Wanita adalah pengecut. Prialebih kuat ("Me never believe in Marriage that much. Marriage is a trap tocontrol me. Woman is a coward. Man is stronger")".
Ketika Bob ditanya apakah ia akan menikah dengan Cindy, iamengklaim ia tidak akan karena dia hanya pacar. Dalam lagu, "She’sGone" Bob bernyanyi, "dia merasa seperti seorang tahanan yang harusbebas ("she felt like a prisoner that needs to be free") mungkinmenggambarkan dirinya lebih dari pada wanita yang tanggal karena tidak adawanita yang pernah meninggalkannya. Sebaliknya ia meninggalkan mereka, lebihlanjut dari keyakinannya bahwa pernikahan sama dengan jebakan.

Pendapat Bob Tentang Anak

Bob Marley memiliki kedekatan khusus untuk anak-anak kecil.Pada banyak kesempatan, Bob menghentikan kendaraan untuk bermain dengananak-anak di pinggir jalan. Dia merasa dikuatkan oleh mereka dan merasadiberkati dengan merenung sendiri. "Anak-anak yang mengagumkan. Merekatidak mengambil banyak. Hanya gadis yang baik yang tidak mengambil kontrolkelahiran. Hubungan seksual adalah hal yang indah" ("Children arewonderful. It don’t take plenty y’know. Just a nice girl who don’t take birthcontrol. Sexual intercourse is a lovely thing").  Dua lagu Bob membuat janji kepadaanak-anaknya: "High Tide atau Low Tide" dan "So Jah Sey".Dalam kedua, Bob bersumpah bahwa tidak ada nya "benih" akan harusduduk "di trotoar dan mengemis roti." Anak-anaknya yang sangatpenting baginya.  Secara hukum Bob Marleymemiliki sebelas anak yang di akui dan menerima warisannya yaitu :
1.  Cedella Marley
2.  Ziggy Marley
3.  Stephen Marley
4.  Stephanie Marley
5.  Damian Marley
6.  Rohan Marley
7.  Robbie
8.  Karen
9.  Julian Marley
10. Ky-mani Marley
11. Makeda Jahnesta Marley

(Sumber: Loversand Children of the Natural Mystic: The Story of Bob Marley, Women and theirChildren, karya MeredithDixon)

Kamis, 03 Juli 2014

Alat Musik Capoeira

Pada Sebuah Pertunjukan Capoeira yang sering kita lihat biasanya diiringi dengan suara beberapa alat musik dengan nada dan lagu khas capoeira.Sebenarnya musik tersebut mengatur ritme, gaya dan energi saat bermain.Pada Capoeira Angola Instrument musik tersebut terdiri dari:
Satu Berimbau Gunga
Satu Berimbau Berra-boi
satu Berimbau viola
Satu atau dua pandeiros
Satu Atabaquê
Satu Agogô
Satu reco-reco
Sedangkan pada Capoeira Regional terdiri dari
Satu Berimbau
Dua Pandeiros
Penggunaan Instrument musik ini juga dipengaruhi oleh philosophi yang dijalankan masing-masing grupo atau club capoeira yang bersangkutan. Dan umumnya dimainkan pada sesi sparring ( roda “baca hoda”)

Berimbau
Merupakan Single String Percussion Instrument, berbentuk busur dan terbuat dari kayu biriba dan kawat dengan cabaça (labu ) kering yang telah dikeluarkan bagian dalamnya sebagai resonator, biasanya bunyinya "tung tung tung"




Pandeiro Mungkin kita lebih mengenalnya sebagai tamborin, namun ada dua hal penting yang membedakannya dengan tamborin seperti biasanya, yaitu pertama tarikan (tension ) pada kepala pandeiro bisa di setting nada rendah atau nada tinggi. Dan kedua untuk kerincingnya lebih kering dan kurang kencang dibanding tamborin biasa.Terdiri dari lingkaran yang terbuat dari kayu yang di cover dengan cymbal yang kecil, dan tengahnya terbuat dari kulit binatang.



AtabaquêAlat Drum yang dimainkan dengan tangan ( gendang ), biasanya tinggi terbuat dari kayu dan pada bagian yang dipukul terbuat dari kulit anak sapi. bagian bawahnya terbuka sehingga bisa beresonansi


Agogô


Reco RecoPercussion Instrument ini terbuat dari bambu atau kayu dicover oleh bubungan transversal sehingga menimbulkan bunyi seperti garutan / goresan.

Musik yang digunakan dalam capoeira sangat unik dan dihasilkan dari instrumen-instrumen yang unik pula. Yang paling banyak digunakan adalah berimba

Sejarah Capoeira

Saat ini Capoeira telah menjadi hobi sekaligus salah satu olahraga beladiri yang kian digemari masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah perkotaan. Karena keunikannya yang mengkombinasikan seni beladiri, musik, tarian, dan akrobatik. Gerakannya yang khas adalah tarian dan tendangan dengan diiringi musik tradisional.
Sejarah Asal Usul Bela Diri Capoeira
Gerakan dalam capoeira menyerupai sebuah tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut dengan Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sebenarnya, dibanding seni bela diri lainnya seperti Taekwondo atau Karate.
Sebenarnya siapa yang menciptakan Capoeira tersebut ? Bagaimana Sejarah Asal Usul Bela Diri Capoeira ini ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Kumpulan Sejarah akan menyajikan secara lengkap jawabannya dalam artikel ini. Berikut informasi selengkapnya.
Capoeira adalah sebuah olahraga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika  yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan).
Capoeira sangat erat kaitannya dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu yang dijajah bangsa Portugis. Mereka diperlakukan seperti hewan ternak oleh bangsa Portugis itu. Badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada masa itu mereka merupakan "komoditas yang berharga" serupa dengan kopi, gula, vanila.
Kekangan belenggu menimbulkan hasrat untuk merasakan kebebasan. Mereka kemudian mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah tarian. Karena di Negara Afrika tarian merupakan bentuk ekspresi yang paling popular, maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan musik, nyanyian, dan tarian.
Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah Brazil. Hingga akhirnya pada tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan EoLuta Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque (Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai sistem bela diri. Capoeira kemudian diakui sebagai aset nasional berupa tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.
Kalau kita perhatikan, teknik bela diri Capoeira sangat sedikit menggunakan tangan. Menurut perkiraan hal ini disebabkan oleh tangan-tangan para budak di belenggu rantai. Karena itu Capoeira banyak mengembangkan teknik-teknik menggunakan kaki. Fu Kiau, seorang ilmuwan dari Kongo berpandangan lain. Menurutnya, tradisi kuno di Afrika menganggap tangan seharusnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang baik, sementara kaki sebaliknya. Menurut pepatah kuno Kongo, Mooko mu tunga, malu mu diatikisa (tangan untuk membangun, kaki untuk menghancurkan).
Saat ini capoeira telah dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia. Di Negara Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang. 
Nah, sekian informasi mengenai Sejarah Asal Usul Bela Diri Capoeira, mudah-mudahan apa yang telah dijelaskan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang bela diri Capoeira tersebut.

Souljah



 


SEJARAH TENTANG SOULJAH..

SOULJAH, Band asal Bekasi.. 
Genre: World / Reggae / Ska / Rocksteady
Anggota:
Renhat - Bass
Said - Vokal / pemanggang roti
David - Keyboard
Vino - SaxTenor 
Danar - Vocal
Souljah dibentuk kembali pada tahun 1998. Pada awalnya, bernama Arigatoo.Kemudian bersama dengan musik memperluas yang dibuat Souljah, Souljahmemutuskan untuk mengubah nama menjadi Souljah pada 2005. Dengan Arigatoo,Souljah melakukan beberapa album kompilasi, satu dengan Otoritas Catatan dari Jepang, berjudul Asia Ska Foundation di tahun 2003 dan yang lainnya dengan SonyMusic Indonesia, berjudul Ska Mania kembali pada tahun 2000. Dan pada tahun 2003,Arigatoo merilis full album berjudul Kami Bukan Perawan Lagi (Kami Tidak PerawanLagi). Kemudian, pada tahun 2005 Souljah merilis album pertama mereka, berjudul"Breaking The Roots", dengan hit single Jamaika Away. Pada tahun 2007, Souljahmerilis album kedua, berjudul "Bersamamu" (To Be With You), dengan hit singleBersamamu. Untuk saat ini, album Souljah didistribusikan hanya di Indonesia. Namun bagi Anda yang tinggal di luar Indonesia, Anda dapat membeli lagu kami di itunes.

Pada tahun 2009 Souljah merilis album ketiga mereka yang disebut Mestakung;singkat untuk Semesta Mendukung (Universe Mendukung). Album ini menyelesaikan'trilogi' merah-kuning-hijau. Jika seseorang memiliki semua album Souljah dan tetapberdampingan dari yang pertama, maka Anda akan mendapatkan warna, merah, kuning, dan hijau. Souljah secara aktif melakukan pertunjukkan di Indonesia, kebanyakan di Jakarta dan daerah di dekatnya. Selain itu mereka juga mulai hinggarekor mereka sendiri perusahaan bernama Indonesia Musik offbeat. Souljah adalah tentang untuk memulai memproduksi album keempat mereka segera.

Dhyo Haw

Dan bagi pengujung yang sudah menyempatkan datang ke blog sederhana ini, sebelumnya saya sangat Berterima kasih, meskipun Blog ini hasil Copas yang penting saya cuman ingin memberikan pengetahuan kepada kalian Semua, biggrin
Dhyo Haw
IMG_3838+0.jpg

Dhyo Haw merupakan musisi reagge yang sangat berbakat. Pasti di telinga kalian masih terdengar asing, tapi kalau di telinga anak reagge pasti Dhyo haw sudah sangat terkenal.
Menurut chifrutz sendiri lagu bang dhyo itu sangatlah cocok diterima oleh masyarakat, karena di setiap bang dhyo menciptakan sebuah lagu pasti lagu tentang kehidupan nyata. Berikut data yang chifrutz kumpulkan tentang Dhyo HAW

PROFILE

Nama : Dio prasetyo
Nama panggilan : Dhyo Nama musisi : Dhyo Haw
TTL : Tangerang / 20 April 1993 Musisi Fav : Bob Marley , Melly goeslow
Musik Fav : Reggae, acoustic , Jazz , Rocksteady Hobbi : Nulis, gambar, Futsal, Depan Komputer , bermusik.

VISI MISI "Dhyo Haw"
" MEMBUAT SEMUA ORANG TAU BAHWA REGGAE ITU TERMASUK SALAH SATU GENRE MUSIK, BUKAN HANYA SEKEDAR MUSIK KOMUNITAS, KITA BUAT MUSIK REGGAE RAMAH DITELINGA SIAPAPUN"
Arti Nama Dhyo Haw
Berikut adalah wawancara Dhyo Haw yang chifrutz dapatkan dari sebuah situs

Kenapa anda memberi Nama DhyoHaw???, Apa definisi dari kata HAW itu ??
" DHYO HAW" kata Dhyo itu berasal dari nama panggilan gue dan Kalau HAW itu sebenarnya dari kata WAH,yang artinya istimewa, jadi dibalik menjadi HAW
kesimpulannya, nama dhyo di indonesia banyak, tapi gue pengen nama gue"dhyo" yang paling wahh., dari dhyo , dhyo yang lain.. jadi gue kasih nama DHYO HAW

PESAN "Dhyo Haw"
" BERKARYA...BERKARYA...BERKARYA, Tak ada henti-hentinya untuk belajar dan berusaha mempersembahkan karya karya terbaik. Dan yang Gue inginkan ialahkarya karya Gue Bisa diterima dengan baik dimasyarakat, komunitas maupun semua kalangan , Gue sengaja Memasukan musik rocksteady, serta jazz untuk musik reggae yang kami sajikan Gue ingin menyalurkan inspirasi dan semua kreatifitas yang Gue miliki, Dan agar pendengar atau penikmat musikreggae tidak bosan dengan musik reggae yang sudah ada. namun yang terpenting dengan melalui musik kita bisa menghibur para pendengar maupun penikmat musik terutama musik reggae maupun yang lainnya
COVER ALBUM
cover.jpg
Bagi kalian yang ingin Download lagu, video, lyrics, dan info Terbaru tentang dhyo Haw silahkan click dibawah
clickherered.gif
PENUTUP AKHIR
Terima kasih sudah melihat postinganku biggrin

Momonon Band

Momonon dalam istilah orang tua jaman dahulu adalah hantu kecil yang biasa menakut-nakuti anak-anak, dan biasanya datang ketika matahari terbenam
Pada mulanya momonon hanyalah sekelompok anak muda kreatif (gara-gara kere jadi aktif), hiperaktif dengan gaya lucu dan apa adanya

momonon menurut pandangan kami adalah hantu kecil lucu yang akrab dengan anak-anak, kemudian kami mengubahnya dengan pandangan sumber kreatifitas Terinsfirasikan oleh musisi legendaris Jamaica yaitu Bob Marley sebagai arus utamanya pada awal 2004 momonon membentuk Band

momonon bertekad terjun dalam bentang samudera musik Indonesia dengan Reggae sebagai Gendre andalannya dan dengan Reggae pula turut serta menyemai benih-benih kedamaian keseluruh pelosok Negeri sampai penjuru Dunia.



PROFILE BAND :

Vocal



Nama : Azizi Resna
Panggilan : Gojil
TTL : Rangkasbitung, 13 Oktober 1988
Jenis kelamin : Pria
Status : Mahasiswa
Agama : Islam


Vocal/Guitar II



Nama : Resha Zaenishar
Panggilan : Sha
TTL : Rangkasbitung, 21 Juni 1989
Jenis kelamin : Pria
Status : Wiraswasta
Agama : Islam


Guitar I



Nama : Reo Zaeni
Panggilan : Hio
TTL : Rangkasbitung, 29 Maret 1983
Jenis kelamin : Pria
Status : Pekerja seni
Agama : Islam


Bass



Nama : A. Tamim
Panggilan : Taming
TTL : Rangkasbitung, 14 Juli 1987
Jenis kelamin : Pria
Status : Wiraswasta
Agama : Islam


Keyboard



Nama : Egi Permana
Panggilan : Omen
TTL : Rangkasbitung, 15 Mei 1990
Jenis kelamin : Pria
Status : Mahasiswa
Agama : Islam


Drum



Nama : Riski Tri A
Panggilan : Iqi
TTL : Rangkasbitung, 10 April 1992
Jenis kelamin : Pria
Status : Pelajar
Agama : Islam


Percussi I



Nama : Adi Wira wijaya
Panggilan : Qodier
TTL : Rangkasbitung, 09 September 1989
Jenis kelamin : Pria
Status : Mahasiswa
Agama : Islam


Percussi II



Nama : Bani Arham
Panggilan : Urban
TTL : Rangkasbitung, 14 September 1989
Jenis kelamin : Pria
Status : Mahasiswa
Agama : Islam


Stage Experiance :

- Cafe MU At Sarinah Building Jakarta
- Cafe Escobar Braga Bandung
- Cafe Las Vegas WTC Tangerang
- Cafe X Jaro's Rangkasbitung
- Pondok Kharisma Hotel
- Sol Elite Marbella Hotel
- Nini Aki Cotage
- Marina Anyer Beach
- New Years 2006 At Carita Beach
- New Years 2007 At Lippo Beach
- New Years 2008 At Lapas Tangerang
- New Years 2009 At Braga Bandung
- A Mild Road Show Live Consert
- LA Light Road Show Consert
- Djarum Black show Season
- Gudang Garam Merah Jamm Season
- Reggae Night Party Ganesha Building
- Festival Seni Rupa 2009 Ancol
- Hut RI 2009 At Bulungan
- Hut Lebak 2004-2009
- Hut Momonon Feat Steven Zyon 2010
- Milad KPJ Rangkasbitung 2004-2009
- BR Tv Banten 2009
- Annyversary Vesva Club
- Gues star - gues star
- Pensi - pensi
All Party


Momonon Song :


- Si Aceng
- Fikir
- To My Brada
- Say good By
- Makan Tuch Cinta
- 10 Day
- Kopi Hitam
- Go Green
- Perjaka
- Utah
- Wahai Pantai
- & Spesiallist Bob Marley


Beberapa Lagu Hits Momonon Band :

Momonon - Makan Tuch Cinta

Momonon - Fikir

Momonon - Si Aceng


Live Consert Video :

Momonon - Kopi Hitam

Momonon - Si Aceng

Momonon - Wahai Pantai

Tony Q Rastafara


Tony Q Rastafara.
Anak kampung yang berontak dari pabrik kaleng.
Memilih hidup dan bermusik di jalanan. Walau digasak dan dicemooh orang, tetap memilih reggae sebagai jalan hidupnya. Lagu-lagunya direkam Putumayo label tersohor dunia untuk world music. Sohor di ajang festival di Amerika tetapi selalu ditolak Kedutaan Amerika di Jakarta ketika mengurus visa.
Inilah reggaeman kita yang selalu bersahaja



SELALU ada berita baru tentang reggae dari Tony Q Rastafara. Selalu ada album atau master musik reggae di dalam tas kecilnya yang akan diperlihatkan kepada orang yang tertarik mencari tahu apa yang kini dikerjakannya. Atau sebuah buku, Bob Marley: Rasta, Reggae, Revolusi yang agak lusuh karena sering dibaca dari tangan ke tangan, dibahasnya bersama beberapa kawan di Warung Apresiasi (Wapres), Bulungan kebetulan dia memberi komentar singkat di sampul belakang. Tony Q, memang reggaeman yang bersemangat!

Kadang dia menghilang dari Jakarta beberapa bulan untuk melakukan konser di beberapa kota di Jawa dan Bali. Biasanya digelar di kampus-kampus, atau bar dan cafe. Kadang langkahnya panjang hingga mancanegara, “Aku mau berangkat ke Aus, nih!” katanya lewat telepon seluler, suatu kali. Maksudnya pergi ke Australia untuk melakukan mixing di Sound Warp untuk album barunya, Anak Kampung, yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.

Album Anak Kampung, melibatkan Fully Fullwood, pionir reggae, seorang bassist yang cukup penting perannya dalam perkembangan musik reggae di Jamaika pada dekade 70an.

Selama tigapuluh tahun karir musiknya, Fullwood pernah bekerjasama dengan Bob Marley, Peter Tosh, Black Uhuru, Gregory Isaacs hingga The Mighty Diamondas. Setahun yang lalu, Fully Fullwood dan kawan-kawannya di band Tosh Meets Marley sempat melakukan tur konser di Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan Bali. Di belakang panggung konser, Tony Q diperkenalkan kepada Fully Fullwood dan kawan-kawan, serta manajer Mark Miller.
Tiba-tiba saja scene reggae di tanah-air heboh melihat kedekatan Tony Q dengan Fully Fullwood yang kemudian berujung bekerjasama membuat sebuah album.

Sekembali Tony Q dari Australia, BATAVIASE NOUVELLES menemuinya di Wapres pada suatu petang. Sambil menyeruput kopi pahit dan menghisap rokok kretek dengan diselingi senda gurau, lagi-lagi Tony Q bersemangat menjawab BATAVIASE.

Bagaimana Anda bisa dekat dengan Fully Fullwood lalu bekerjasama membuat sebuah album. Apa ini sebuah kebetulan?
Ya, awalnya memang panitia konser memperkenalkan gue dengan Fully Fullwood. Bagi gue ini seperti mimpi besar. Bisa bernyanyi satu panggung dengan musisi reggae legendaris. Bayangkan, dia bilang,’Reggae lahir di dekat rumah saya.’
Lalu dia cerita tentang Bob Marley yang dulunya masih anak bawang… Wah, orang ini nggak sembarangan. Beberapa lagu Bob Marley kan dia ikut menulis, seperti Mr. Brown, Sun is Shining… Wah, luarbiasa!
Lalu panitia menyiapkan keberangkatan gue ke Bali untuk jam-session dengan band Tosh Meets Marley. Nah, ketika di Bali, ini seperti sebuah kebetulan… Setelah konser selesai, manajer band Mark Miller dan Fully serta para musisi ingin jalan-jalan melihat panorama Bali. Ketika itu panitia kabur entah ke mana, sehingga gue dan seorang sopir menemani mereka pergi ke Tanah Lot.
Bayangkan, dalam mobil cuma gue dan sopir doang orang Indonesia yang mengantar musisi reggae dunia, ada yang datang dari California, Swiss, Kanada. Jadi, walau pun satu band tapi mereka tinggal di negara yang berbeda. Selama perjalanan kita semakin akrab, karena gue membantu motret dan ngejelasin tentang pura Tanah Lot. Mereka sangat senang sekali, happy!

Selama bersama mereka, gue nulis lagu Woman yang kata Fully, ’Stag in my head’ dan Mark Miller dapat ide bikin lagu juga, judulnya In The Ghetto, idenya dia dapat ketika melihat orang-orang Jakarta yang bekerja di pagi buta untuk memberi makan keluarga.

Proses rekaman Woman juga terbilang cepat. Kita janjian ketemu di Studio Intro, Kemang, untuk rekaman. Beberapa jam sebelum mereka datang dari Bali, gue udah di studio, karena gue pengen tepat waktu, nggak mau telat. Di studio gue coba-coba bikin bahan dasar musik untuk Woman dengan gitar. Kemudian Fully datang langsung merespon dengan bass, begitu juga dengan yang lain, memainkan keyboard dan perkusi. Fully saja membuat lima versi bas untuk Woman. Semuanya bagus!
Tapi gue harus memilih satu di antaranya.

Anda tadi bilang “Mimpi besar” bernyanyi satu panggung dan bekerjasama dengan Fully Fullwood. Sebenarnya apa sih cita-cita Anda?
Cita-citaku, tampil dalam festival reggae di Jamaika, memperkenalkan reggae Indonesia kepada publik yang lebih luas lagi.

Bagaimana undangan festival reggae internasional selama ini?
Gue nggak bisa datang ke sana… Karena tidak mendapatkan visa dari kedutaan Amerika. Undangan gue terima tidak lama setelah peristiwa tragedi World Trade Center, sebelas september 2001.
Awalnya panitia Bob Marley Festival di Houston, Texas mengundangku untuk tampil sebagai headliners. Tapi gue nggak mau tampil sendiri karena semua lagu gue kan nggak bisa dimainkan sendiri. Di samping itu, gue punya misi untuk memperkenalkan musik reggae Indonesia untuk publik di sana.
Reggae Indonesia kan ada kendang jaipongnya, talempong minang, suling sunda.. ya kayak gitu! Gue ajukan ke panitia bahwa gue baru mau tampil dengan syarat bisa membawa band gue.

Panitia merespon, ‘Tony kamu bisa mencari player yang kamu butuhkan di Amerika, dari kendang sunda, dll…’. Tapi gue tetap bersikeras, gue baru mau tampil dengan musisi Indonesia. Jumlahnya semua 10 pemain. Lama-lama panitia di sana mengerti dengan kebutuhan gue. Kawan-kawan sudah menyiapkan keberangkatan gue untuk festival itu, mereka mau jadi volunteer, dari membuat ‘malam dana’. Gue sangat terharu!
Tapi ketika mengajukan visa untuk sepuluh musisi di Kedutaan Amerika, kita ditolak. Mungkin pemerintah Amrik masih paranoid, setelah tragedi WTC. Kawan-kawan shock, kok sebagai musisi masih juga dicurigai yang kagak-kagak. Lewat e-mail, gue sebar kabar bahwa Kedutaan Amerika tidak memberikan visa kepada musisi Indonesia. Panitia Bob Marley Festival di Houston cukup kaget juga. Seorang akademisi- musikolog dari West Virginia, Prof. Ann membuat petisi yang didukung para musisi dan akademisi Amerika, yang isinya protes keras terhadap pemerintah Amerika agar memberi kesempatan kepada musisi Indonesia untuk tampil pada sebuah festival musik. Petisi itu dikirim ke Gedung Putih, kantornya Presiden Bush.

Selanjutnya, masih ada undangan festival reggae yang datang?
Dari tahun 2003 sampai 2005, gue terus diundang untuk even Legend of Rasta reggae Festival di Houston, Texas. Tapi kan masalahnya, lagi-lagi Kedutaan Amerika di Jakarta tidak memberi visa. Padahal gue banyak mendapat dukungan, baik moril maupun materiil. Promotor Adri Subono dari Java Musikindo, secara pribadi mau ngasih uang puluhan juta kalau gue jadi berangkat. Tapi kenyataannya semua mentok karena nggak dikasih visa. Gue udah usaha, bekerja… Ya, gue sumeleh saja!

Sejak tahun 2004, setiap ada undangan festival reggae internasional, gue mulai cuekin. Tapi orang Amerika memberi dukungan. Mareka tahu lagu gue kan diputar di festival, tapi bertanya-tanya kok orangnya nggak pernah nongol.
Ada orang Amerika yang bekerja sebagai instruktur pada sebuah perusahaan minyak di Houston selalu berhubungan dengan kita lewat e-mail. Beberapa bulan menjelang festival reggae diselenggarakan, dia selalu siap membantu, dari membelikan tiket dan akomodasi. Suatu kali dia menitipkan uang lewat muridnya dari Indonesia, dia orang Batak, yang kebingungan kok ada instruktur perminyakan Amrik punya sahabat musisi reggae dari Indonesia, he..he…he! Lucu juga tuh!

Dari kejadian itu, lama-lama gue baru mengerti, ternyata orang Amerika itu sangat apresiatif dengan musik reggae Indonesia. Prof. Ann, misalnya, selalu memberi gue dorongan terus berkarya. Ketika dia dengar musik gue yang ada elemen musik Sunda, Jawa atau daerah lainnya di Indonesia, dia bilang, itu musikmu enggak ada di Amerika atau Afrika.

Budaya kita kan unik, sejarahnya panjang. Dia akhirnya mengirimkan lagu-laguku kepada Putu Mayo World Record, perusahaan yang berbasis di New York. Satu lagu gue, Pat Gulipat, masuk dalam kompilasi World Reggae berjudul Reggae Playground bersama musisi reggae dunia.
Gue langsung terharu sekaligus bangga, akhirnya musik reggae Indonesia diakui secara internasional.



Tony Q tak pernah menduga lagunya masuk dalam kompilasi Reggae Playground, bersanding dengan Rita Marley, istri Bob Marley dan Judy Mowatt, penyanyi latar The Wailers band Bob Marley, selain itu beberapa musisi yang mengisi album itu antara lain Johny Dread (Kuba), Eric Bibb (Amerika), Alan Schneider (Prancis), Modusta Largo (Maroko), The Burning Soul (Jamaika), Marty Dread (Amerika), Kal Dos Santos (Brasil), Asheba (Trinidad) dan Toot and The Maytals, band lawas dari Jamaika yang melahirkan kosakata “Reggae” ke dunia ini. Seluruh penjualan album ini diperuntukkan pembangunan sekolah taman kanak-kanak di Jamaika. Sebuah program yang bekerjasama dengan Perserikatan Bangsa-bangsa dan Rita Marley Foundation.

Bagaimana Anda melihat perkembangan musik reggae di Indonesia, yang sekarang lagi booming?

Gue selalu mendukung kawan-kawan yang bikin band reggae. Dan selama ini juga gue didukung kawan-kawan. Untuk desain sampul album Anak Kampung, yang bikin Ibnu Hibban, yang sudah menonton band gue sejak dia masih SMP. Sekarang dia sudah sarjana, lulusan jurusan seni rupa Institut Kesenian Jakarta. Cover Anak Kampung adalah skripsi Ibnu, dapat nilai A. Gue kan selalu mendukung sesuatu yang positif, kuncinya asal dikerjakan dengan senang hati semua akan berkembang. Setiap gue ngeband selalu ngajak band-band yang baru untuk jam-sesion. Di musik reggae itu nggak ada jarak, tua-muda saling mendukung. Gue nggak pernah menduga perkembangan reggae di masyarakat seperti sekarang ini, walau media masih memperlakukan seperti anak-tiri, kalau mau dibandingkan dengan musik rock atau pop. Sebagai pelaku reggae, gue akan terus bekerja, berkarya, bikin album…

Ada yang bilang Anda terlalu idealis?
Tolok ukur orang itu apa? Gue sih sederhana saja dalam bermusik. Pertama, harus dilakukan dengan senang hati. Penghasilan gue selama ini dari musik. Gak ada sampingan lain. Kalau gue dulu ngamen di jalanan karena gue melakukan itu dengan senang hati. Kalau gue nyanyi di kafe atau konser di daerah, itu semua gue lakukan dengan senang hati. Banyak juga kan yang mengukur apa yang kita kerjakan dengan berapa uang yang kita dapat… Wah,
itu sih bikin gue tertekan! Gue bikin band, jungkir-balik, terus bubar, karena kawan-kawan dulu nggak punya keyakinan musik reggae bisa diterima pasar. Ukurannya uang! Kalau berkesenian diukur dengan uang dan sukses melulu… yah, kita hidup dalam tekanan. Akhirnya bubar.
Gue sudah puluhan tahun bermusik reggae. Ketika almarhum Imanez masih memainkan karya-karya The Beatles, gue sudah ngereggae. Ketika album reggae dia sukses, gue merasa terpacu untuk berkarya. Iman beruntung karena Potlot mengelola bakat dia. Gue kan berproses dari bawah, dari hidup di jalanan, semua bertahap. Suatu kali gue pernah nyodorin karya gue ke sebuah perusahaan rekaman di Glodok. Tapi syaratnya, album gue akan dirilis tanpa menyertakan vocal gue.
Nama gue tetap dipakai tetapi yang nyanyi orang lain…
Edan! Gue langsung tolak. Begitu gue cerita ke kawankawan, justru gue digasak, dicemooh; ‘kok nggak lu ambil aja itu duit. Kan enak nggak usah capek-capek!’ Gue nggak sependapat! Ini karya gue, dan gue punya kemampuan untuk menyanyikannya. Itu kan suatu keyakinan.
Sekarang terbukti, kawan-kawan yang dulu mencemooh, kebanyakan sudah meninggalkan musik, cari kerja yang tidak ada hubungannya dengan musik. Kalau tetap bermusik, paling hanya memainkan lagu-lagu top-40, tidak berkembang dan penuh dengan tekanan, karena banyak diatur-atur orang dan secara materi gak cukup.
Bermusik itu ekspresi kebebasan. Ya, kita harus merawat kebebasan itu, dengan berkarya, mencari ilmu dan bergaul, mengalir saja… Selama kita memberi dukungan kepada potensi seseorang, pasti ada jalan terbuka untuk kita juga. Ada yang bilang,’wah Tony nyebar virus reggae..’
Padahal kan gue bergaul dengan musisi apa saja, rock, metal, punk… Gue suka pergaulan dan saling memberi apa yang kita tahu. Dulu gue sempat jadi instruktur musik di Wisma Relasi (markas band Steven n’ Coconut Treez).
Dari dalam studio, gue perhatiin ada Steven yang sedang melongok lama dari balik kaca. Dia kan dulu main musik hardcore. Rambutnya panjang belum gimbal.

Keesokan harinya, kita ketemu. Dia minta dibikinin rambutnya dreadlock. Gue bikinin tiga biji. Besoknya dia datang lagi, semua rambutnya sudah digimbal tetapi numpuk jadi satu biji gede banget. Gue rapiin, gue gunting terus dijalin satu-satu, akhirnya jadi kayak sekarang ini. Dia itu sudah ada talent reggaenya. Kalau dengar band hardcorenya, dalam albumnya ada satu lagu reggae. Jadi gue nggak pernah ngasih virus, atau mempengaruhi dia supaya bermusik reggae. Ketika mengerjakan album pertama Coconut Treez, The Other Side, gue dengan teman-teman Rastafara ikut membantu. Bahkan, ketika ada yang datang ke gue, namanya Rival, ingin bermain musik reggae, gue perkenalkan pada Steven. Sampai sekarang dia jadi bassis Coconut Treez. Dalam hati, gue senang sekali melihat mereka sekarang berkembang.

BOLEH dibilang Tony Q Rastafara klotokan dalam bermusik reggae. Hingga kini Tony Q telah melahirkan enam album, yaitu Rambut Gimbal (1996), Gue Falling in Love (1997), Damai dengan Cinta (2000), Kronologi (2003), Salam Damai (2005), dan sebuah album yang dirilis 27 April 2007 bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Anak Kampung.

Lirik lagu Anak Kampung adalah sepenggal biografi Tony Q ketika merantau di Jakarta. Pria asal Semarang yang terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih pertama kali hidup di Jakarta bekerja pada PT Singapur-Cakung, sebagai buruh bagian quality control, sebuah pabrik kaleng. Merasa tertekan melihat mesin absensi, ia pindah kerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang desain periklanan di Sunter. Suatu kali, ia meminta ijin pada sang bos untuk diperkenankan kuliah seni rupa di Institut Kesenian Jakarta. Tapi si bos tak memberi ijin, justru memberinya setumpuk pekerjaan di percetakan. “Saya marah. Sesuai kontrak kerja kan saya sebagai desainer, hanya menggambar, kok diberi tugas di percetakan. Saya keluar!” sergahnya.

Akhirnya, ia berlabuh di Pasar Kaget Blok-M, hidup secara bohemian dengan mengamen. Ia merasa senang, bebas dan nyaman. “Orangtua saya begitu prihatin mendengar cerita orang-orang bahwa saya ngamen… Padahal saya bahagia dengan cara hidup seperti itu. Banyak teman, makan-tidur-ngamen… hari-hari yang bebas. Ngitung duit jam empat pagi di Hoya. Dapat uang beli senar gitar atau beli buku dan alat-alat lukis,” tutur Tony Q. yang pada masa itu banyak belajar dari musisi jalanan, Anto Baret dan lingkar pergaulan seniman Bulungan. Baginya, rasa was-was orangtua adalah wajar, justru mendorongnya untuk lebih berprestasi.

Perjalanan bermusik Tony Q memang terasah lewat mengamen lalu tampil di kafe-kafe di bilangan Blok-M. “Saya bersyukur ada yang memberi kepercayaan untuk tampil. Selain untuk dapur supaya tetap ngebul, sekaligus bisa bergaul dengan segala kalangan. Saya banyak belajar di sana,” tukasnya serius. Kini secara berkala Tony Q tampil di BB’s sebuah bar di bilangan Menteng setiap jumat dan sabtu malam. Di sana kerapkali band-band reggae seperti Steven n’ Coconut Treez, Gangsta Rasta, dan kadang band reggae dari Yogya, Shaggy Dog tampil menyemarakkan suasana.Tony Q kadang menyanyikan lagu-lagu Bob Marley diringi permainan gitar yang ciamik dari seorang bocah. Pada acara Reggae Gathering, peluncuran album Salam Damai, Tony Q melakukan kolaborasi dengan puluhan anak-anak yang memainkan jimbe. Mereka adalah anak-anak yang tinggal di pinggir kali Ciliwung tergabung dalam Sanggar Akar yang dibina oleh Hendrikus pemain perkusi/kendang band Rastafara.

Unsur musik-musik tradisional Indonesia begitu kental dalam lagu-lagu Tony Q Rastafara seperti Paris van Java berlirik bahasa Sunda, Ngayogyakarta berbahasa Jawa, dan Pesta Pantai yang memadukan musik talempong Minang. Perpaduan musik-musik tradisonal Indonesia yang dijelajahi Tony Q Rastafara memikat banyak mahasiswa jurusan musik untuk melakukan penelitian. Obie, mahasiswa jurusan musik Institut Seni Indonesia Jogjakarta telah membuat skripsi dari lagu-lagu Tony Q, dengan nilai A.

Pada April setahun yang lampau, dalam diskusi tentang musik reggae di Universitas Paramadina, seorang mahasiswa bertanya, “Bagaimana musik reggae bisa mengusung ide revolusioner kalau hanya bermain untuk kalangan atas?”

Sebagai pembicara Tony Q memberi penjelasan berdasarkan pengalaman selama hidup di jalanan. Musik reggae, katanya, lahir dari kalangan bawah yang tertindas dan terpinggirkan. Reggae merupakan musik perlawanan terhadap sistem penindasan. Lirik lagu yang dibuatnya adalah cerminan kenyataan hidup di Indonesia. Pat Gulipat menggambarkan bagaimana kawan makan kawan, atau kehidupan politik dan ekonomi kita yang sakit, saling menilap. Kalau lagu reggae yang berasal dari reality itu didengar kalangan atas di bar atau kafe, kata Tony Q, itu adalah bagian dari proses transformasi. Agar kalangan atas menyadari sisi kehidupan yang lain di kalangan bawah dan menengah.

Adalah sebuah kenyataan pula, kalangan atas Jakarta kini ramai mendatangi gig reggae seperti yang digelar di Citos-Cilandak Town Square, Colours, News Cafe dan bar-bar lainnya.

PERJALANAN Tony Q dalam bermusik dimulai bersama kawan-kawannya ketika mendirikan band bernama Roots Rock Reggae pada 1989. Namun sayang, band itu tak sempat berlangsung lama, karena kawan-kawannya merasa tidak yakin kalau reggae bisa dipasarkan di tengah masyarakat, hingga bubar paruh 1990. Tahun 1990 Tony Q memndirikan band kembali dengan nama Exodus, namun bubar pada `1992. Kemudian Rastaman, 1992-1994. Terakhir pada 1994 ia mendirikan band Rastafara, hingga bubar tahun 2000. Kini dia lebih memilih berjalan sendiri bersama para additional players-nya.

Semua nama band yang didirikannya mengambil judul lagu Bob Marley. Seperti umumnya pecinta musik reggae, perjalanan musik Tony Q terinspirasi dari perjalanan panjang Bob Marley baik dalam bermusik, juga keterlibatan sosial-politiknya. Di sampul belakang buku yang ditulis Helmi Y. Haska, Bob Marley: Rasta, Reggae, Revolusi (Kepak Book, 2005), Tony Q memberi komentar,”Selama ini gue memperjuangkan pikiran-pikiran Bob Marley. Marley buat gue adalah guru. Gue salut! Bob Marley memperjuangkan manusia supaya bangkit dari mental budak, mental slavery! Kondisinya mirip-mirip di sini. Gue teruskan perjuangan dia dengan musik reggae di bumi tercinta ini: Indonesia!”.

Berjuang, adalah kata kunci yang sering diucapkan Tony Q. Dan untuk menjadi reggaeman cobalah simak penggalan lagu Reggae berikut ini:
Reggae nggak harus gimbal
Gimbal nggak harus reggae
Reggae nggak harus beganjo
Reggae musik yang pecinta damai
Bagi yang mau lagunya silahkan :
1. Tony Q Rastafara - Ada Gula Ada Semut
2. Tony Q Rastafara - Aku Bukan Nabi
3. Tony Q Rastafara - Anak Kampung
4. Tony Q Rastafara - Aku Ingin Jadi Presiden
5. Tony Q Rastafara - Aku Sayang Kamu
6. Tony Q Rastafara - Asap Putih

7. Tony Q Rastafara - Bakso Donk
8. Tony Q Rastafara - Bumi Menunggu
9. Tony Q Rastafara Bunglon
10. Tony Q Rastafara - Cahayamu
11. Tony Q Rastafara - Dont Worry [ft. Steven n Coconut Treez
12. Tony Q Rastafara - Gadis Andalas
13. Tony Q Rastafara - Goyang Kamu Seksi
14. Tony Q Rastafara - Gue Fallin in Love
15. Tony Q Rastafara - HanyaUntukmu
16. Tony Q Rastafara - Kangen
17. Tony Q Rastafara - Kembalilah Kasih
18. Tony Q Rastafara - Ketika
19. Tony Q Rastafara - Kong Kali Kong
20. Tony Q Rastafara - Kutuliskan Sajak
21. Tony Q Rastafara - Lagi-Lagi Kamu
22. Tony Q Rastafara - Liburan
23. Tony Q Rastafara - Lukisan Cinta
24. Tony Q Rastafara - Matahari
25. Tony Q Rastafara - Mendaki Gunung
26. Tony Q Rastafara - Minggu Malas
27. Tony Q Rastafara - Misteri Kehidupan

29. Tony Q Rastafara - Ngajogjakarta
30. Tony Q Rastafara - No Superman
32. Tony Q Rastafara - Oh...ya....
33. Tony Q Rastafara - Ojo Lali
34. Tony Q Rastafara - Om Funky
35. Tony Q Rastafara - Omong Doank
36. Tony Q Rastafara - Pat Gulipat
37. Tony Q Rastafara - Preman Buronan
38. Tony Q Rastafara - Rambut Gimbal
39. Tony Q Rastafara - Reggae dot Com
40. Tony Q Rastafara - Republik Sulap
41. Tony Q Rastafara - Salam Damai
42. Tony Q Rastafara - Salam Kangen Buat om.Bob
43. Tony Q Rastafara - Salam Merdeka
44. Tony Q Rastafara - Sebatang Rokok
45. Tony Q Rastafara - Semut...Gajah
46. TonyQ Rastafara - Senja Jingga
47. Tony Q Rastafara - Si Putih
48. Tony Q Rastafara - Song Of Labour
49. Tony Q Rastafara - Tarian Moyang
50.Tony Q Rastafara - Tertanam
51. Tony Q Rastafara - This Is My Way
52. Tony Q Rastafara - Witing Tresno
53. Tony Q Rastafara - Woman
54. Tony Q Rastafara - Yang Terulang
55. Tony Q Rastafara -Peace with Love
56. Tony Q Rastafara- Pesta Pantai
57. Tony Q Rastafara-Paris Van Java
58. Tony Q Rastafara- Get Up Stand Up59. Tony Q Rastafara- Lady White
60. Tony Q Rastafara-Wake Up

FEATURING

1. Gangstarasta ft. Tony Q - Langkah
2. Skop feat. Tony Q - Nyantai
3. Tony Q feat krisdayanti - Cintaku

 Sekian artikel Download Kumpulan Lagu Reggae Tony Q Rastafara Lengkap semoga bermanfaat
NOTE:
Jika terdapat link yang mati silahkan beritahu admin lewat berkomentar di artikel ini atau bisa hubungi admin.

Alternative Link :
Download Kumpulan Lagu Reggae Tony Q Rastafara Lengkap

[ Click Here... ]